ENAK, PAK DOSEN!
Kecaman itu meluncur dingin, dan ia segera menarik diri dari cekalan tangan Jimmy.
Jimmy menyambut amarah Damar dengan seringai sadis. "Lalu, kita apakan tikus kecil ini, Bos?" tanyanya, nada suaranya penuh kegembiraan akan eksekusi yang akan datang.
Jimmy mulai berfantasi dengan kejam, memprovokasi suasana. "Kita punya pedang, silet, pisau, gergaji, palu, dan senjata api. Tapi, saya lebih suka menggunakan pedang dulu. Kita sayat tubuhnya memanjang dari dada ke bawah, merobek biji pelirnya, memotong alat kelaminnya dan memberikan itu kepada buaya. Uh, pasti 'torpedo'-nya nikmat sekali! Atau, kita siapkan panggangan. Barbeku malam nanti?" kekeh Jimmy, matanya bersinar liar.
Bab Populer