LEBIH BAIK KITA BERPISAH
Diko tertawa seraya mengalihkan tatapan matanya dari Senja yang berdiri di teras rumah, sudah rapi dengan cardigan panjang yang menutupi lengannya dan lekuk tubuhnya, juga jilbab panjang berwarna hitam, hingga kulit wajahnya yang seputih pualam itu semakin tampak bersinar.
"Jangan kelamaan liat bini orang. Makanya buruan kawin."
"Kawin mah sering, nikah yang belum."
"Astaga. Jangan gila lu, Ko. Nggak inget dosa apa?"
Diko tertawa berderai.
"Canda, Bro. Lo tahu sendiri, gue takut dekat cewek."