Tarian Persembahan Sang Ratu
“Kau antar surat ini besok pagi, Fajar, ke Samudra Pasai.”
“Hmm, tumben, biasanya agam yang akan mengantarnya langsung. Dan kali ini ada tiga surat, biasanya hanya satu. Ada apa gerangan, Agam?”
“Ah, kau ini macam tak tahu saja. Agam kita ini nampaknya sedang susah hati, sepertinya sedang memikirkan wanita. Sejak kembali dari misi diam-diam selama beberapa hari. Agam kita jadi tak enak makan, tidur pun tak nyenyak, iya, kan, Agam?” tanya Mahesa.
Hot Chapters