PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU
Rangga tertawa keras sampai Sasha dan Danu menoleh.
“Eh, jangan ribut. Ini masih suasana doa.” Sasha melotot.
Kenna menunduk sambil tersenyum, menatap cincin di jarinya. Ada sesuatu yang bergetar lembut di dadanya. Bukan karena mas kawin, bukan karena pesta, tapi karena kesadaran bahwa Rangga benar-benar di sisinya sekarang.
Setelah beberapa menit, penghulu berdiri, bersiap pamit. “Baik, dua akad sudah selesai. Tapi saya masih perlu memastikan, apakah ada lagi yang ingin menikah hari ini?”
Bab Populer