Obsesi Gila Suami Mafiaku
“Kau menyeret dirimu sendiri dalam situasi berbahaya. Kau bisa saja mati hari ini—“
Isabella membuka mulut, namun tatapan setajam belati dari suaminya membungkam semua kata yang siap meluncur dari bibirnya, mengembalikannya ke kerongkongan yang tercekat.
“Kau milikku, Isabella. Kupikir aku sudah mengatakannya padamu…” kata-katanya bagai bara api, membakar dengan amarah dan obsesi. Saat Dominic menatapnya, napas Isabella tersendat. Belum pernah ada yang menatapnya dengan intensitas seperti itu, seolah Dominic siap menghancurkan siapa saja yang berani menyentuhnya.
Mata biru itu semakin dalam, semakin gelap, seperti pusaran yang terbuat dari kemarahan dan kepemilikan buta.