MAWAR
Mawar merebahkan dirinya dikasur empuk milik Enah, dia menatap sendu ke arah jendela yang berukuran sedikit besar itu, sinar muncul dari sana dan matanya bisa melihat langit lalu pepohonan berwarna hijau yang tampak tentram dipandang mata.
Mawar menipiskan bibirnya ke dalam, dia juga ingin memiliki jendela seperti itu agar bisa melihat sinar matahari dikala pagi. Mawar tersenyum miris, menggelengkan kepala dan memejamkan matanya mencoba tertidur agar rasa sakit di kepala dan tubuhnya menghilang.
"Dari mana saja, kau?" Tanya Dion, dia menoleh sekilas kearah Dito setelah itu kembali fokus pada permainanya di layar.