Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wolfsbane

Wolfsbane

Jawab Fora tanpa merasa bersalah. Fanla menutup buku sihir Fora dan mendengkus. "Ayo kita lihat perempuan itu. Siapa namanya tadi?" Fora merotasi arah pandangnya. "Elaine. Tolong jangan jadikan aku sebagai ensiklopedia pribadimu." Keduanya kemudian kembali ke ruangan di mana mereka menahan Elaine. Sudah tidak ada kabut racun yang mematikan. Elaine masih tergeletak di lantai, tidak bergerak sedikit pun.
8.94.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Suara pria itu nyaring dan mengema. Semua pemuja ritual berada ruang ritual dengan hordeng hijau terkejut seketika. Membuka mata mereka dan menghindari amukan. "Apa yang terjadi?" Argh! Makhluk itu keluar dari tubuh pria yang menjadi tempat tinggalnya. Sosok tubuh makhluk tak kasat mata sungguh menyeramkan. Kedua mata berwarna merah, tanduk di kepala, rambut panjang dan hitam pekat, tubuhnya setinggi dua meter, badannya besar dengan berat dua ratus kilogram. Ia hanya mengenakan celana saja menutupi bagian bawah, semua tubuh berwarna hijau.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
DEMONice

DEMONice

Jadi, yang saya katakan adalah jika Anda akan berkencan dengan seseorang, orang itu harus menjadi orang yang akan Anda nikahi di masa depan, dan dia akan tinggal di sini selama sisa hidupnya. Benar! Kami memiliki Pemakaman Neraka di sini, tidak jauh dari rumah kami. Kami menyebutnya Pemakaman Neraka karena hanya sebagian dari keluarga neraka yang ada di sana. “Siapa namanya, Sara?” Ibu bertanya sambil minum segelas air. “C-Charles… namanya Charles, Tante.” jawabnya. "Nama lengkap Sara, ceritakan lebih banyak tentang dia." gumam Tito Rommel.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dinda mengeluarkan ponsel, menggeser beberapa kali, dan layar menampilkan seekor anjing jalanan kotor, di lehernya tergantung kalung mutiara yang penuh lumpur. “Barang milik ibumu, memang pantas dipakai anjing.” Dinda mendekat ke telinga Risa, mengucapkan setiap kata dengan tajam, “Bagaimanapun juga, pelacur memang cocok dengan anjing, abadi selamanya.”
19.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
Khodam Kraken Purba

Khodam Kraken Purba

Saat ini aku hanya menyilangkan tanganku di dada dengan ekspresi bosan, dan mendengar pertandingan dimulai, aku mengaktifkan kekuatanku dan gelembung-gelembung muncul di sekelilingku, nah ini adalah kekuatan Khodam Kraken Purba tingkat satu, memang terlihat biasa saja. Pada saat yang sama Veronica juga mengaktifkan sihirnya, melihatnya aku merasa takjub walaupun tidak ada perubahan dalam ekspresiku, dengan butiran salju mengelilingi Veronica dan tanah dimana dia berada membeku.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
Sistem Pewaris Terhebat

Sistem Pewaris Terhebat

“Dasar brengsek! Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi aku harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Draco sembari melompati para penjaga yang tidak sadarkan diri di sepanjang lorong. Draco tersenyum, menendang seorang penjaga. “Apakah aku harus tetap menghabisi Henry Tolando sesuai perintah Logan dan Ludwig?” Draco mendengkus kesal, terkejut saat melihat layar hologram di depannya. “Apa ini? Kenapa tanganku bisa menembus layar ini?”
9.777.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
Sang Legenda dari Masa Lalu

Sang Legenda dari Masa Lalu

Saat itu juga Elis terbelalak kaget, puluhan tombak api yang dia lesatkan tiba-tiba lenyap lalu muncul kembali dari sisi kakek tua yang merupakan satu-satunya penyihir Decagram yang tersisa, namanya adalah Draco. Nata ikut terkejut karena dia merasakan aliran mana dari sihir yang Elis gunakan tadi kini melesat ke arah mereka dengan tekanan yang lebih kuat. Puluhan tombak api putih yang tadi dilesatkan Elis kini muncul dari sisi si kakek tua yang langsung mengarahkan kembali puluhan sihir tombak api itu kepada Nata dan Elis. Seketika itu juga Nata menggunakan sihir tombak angin miliknya yang dilesatkan menuju puluhan tombak api yang datang. ‘Bbbbhhhaaammrr’
10140.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Baca Semua Ulasan
ANUBIS

ANUBIS

Sihir yang tidak pernah dilihat Hyksos dan penonton, Penonton berseru tertahan, apalagi teman-teman Musa yang mulutnya terkunci sejak kompetisi ini dimulai, disisi lain, penonton riang melihat Musa dalam posisi terjepit, wajahnya sudah tidak seberani sebelumnya, ular-ular itu semakin dekat dengan Musa. Mastermagician menyeringgai, yakin akan memenangkan pertandingan ini-ularnya akan membunuh Musa dengan racun bisanya. Musa meminta pertolongan Tuhannya, memejamkan mata dan mulutnya komat-kamit membaca mantra, mantra magic yang tak pernah didengar penonton dan magiciansorcerer. Penonton bingung dengan situasi pertandingan yang tidak karuan.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
DALAM DEKAPAN MAFIA

DALAM DEKAPAN MAFIA

Kalimat Draco terhenti dan matanya membelalak menatap peti itu beberapa detik, seolah tubuhnya menolak memahami apa yang dilihatnya. "Apa ini?" bisik Pietro dengan napas memburu. Draco tidak menjawab, sementara rahangnya mengeras dan tangannya gemetar saat melangkah mendekat. Peti itu mengeluarkan hawa yang dingin, ada embun beku tipis di permukaannya.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai draco dormiens nunquam titillandus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status