Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menyusui Bayi Dokter Tampan

Menyusui Bayi Dokter Tampan

Bab 182 "Kamu sudah nikah, Ta? Kenapa nggak kasih kabar sama aku sih?" rajuk perempuan itu. Dia melirik balita mungil yang tengah duduk di dekat Atta. Dita nampak asyik memainkan puzzle, walaupun tak karuan bentuk bangun yang sedang dia ciptakan.
18.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Barata yang sudah memahami tentang Energi Kehidupan tidak bisa melewatkan kesempatan yang terbuka lebar ini. Seekor makhluk berbentuk babi dengan tiga tanduk di bagian kepalanya dan memiliki tubuh yang besar dua hingga tiga kali lipat lebih besar dari ukuran normalnya. Monster babi bertanduk ini sedang berhadap-hadapan dengan monster singa yang sama seperti dengan monster yang ada di Pilar Ilahi. Barata bersembunyi di antara semak dan pohon rindang. Dia mengamati kedua monster itu, dan dia merasa bila monster-monster itu memiliki tatapan mata yang sengit.
1058.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Saat melihat mereka berdua, Babbit tiba-tiba terpana seraya berkata, "Hamdan, ternyata kamu?" "Apa?"
9.9392.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.7K kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Dua Sisi Menantu

Dua Sisi Menantu

"Nisa harus bilang apa?" "Say helo aja." Tak lama seorang perempuan terlihat di layar. Menggendong seorang bayi perempuan. Benar, itu perempuan yang aku lihat. Setelah bercakap sebentar, tentunya dengan bahasa inggris, percakapan video call itu pun di akhiri. Dengan janji pada mereka, nanti entah kapan Mas Ilyas akan mengajakku berkunjung ke negara mereka.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

bujuk Lintang Abang. Lintang Abang dan Parasu duduk di bawah pohon kalpataru raksasa setinggi duapuluh kaki. Mendadak terdengar suara berisik dari balik semak. NGUUUIKK! Seekor babi hutan sudah ada sekitar sepuluh kaki di depannya. Babi itu terlihat resah. Ia memutar-mutarkan badan. Beberapa detik kemudian, bayangan hitam muncul di antara mereka. Langkahnya pelan tapi jejakan kakinya mantap. Matanya merah menyala.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

Pun, intonasi suaranya berubag hampir menjadi bisikan lembut. Kedua kalinya Dhara mengangguk saat bibirnya masih bergetar hingga sulit berkata-kata. Lengan Dhara bebas kala cengkeraman kuat Keenan melepaskannya. Tubuhnya juga merendah perlahan bersamaan dengan wajahnya yang bersentuhan dengan Dhara. Hidung mancung mereka bertemu, keduanya saling menatap. Kini, telapak tangan hangat Keenan mulai kembali, menangkup pipinya dengan lembut.
957 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

“Dua perempuan? Siapa, Bi?” “Bibi nggak tahu, Non. Belum pernah lihat sebelumnya. Satu sudah paruh baya, satunya lagi masih muda—mungkin malah lebih muda dari Non. Tapi dua-duanya nggak nyebutin nama.” Tyo menatap tajam ke arah Bibi. “Mereka nggak masuk, kan, Bi?”
1052.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Duda Tetangga

Duda Tetangga

batin Ica. Mau tak mau kini mereka saling menatap hingga Fariz akhirnya kembali mendekatkan wajahnya. Ica pasrah, bersiap memonyongkan bibirnya dengan mata yang terpejam ketika melihat Fariz juga memejamkan mata. Tiba-tiba .... Kriuk! Terdengar suara dari dalam perut Ica berulang-ulang. Fariz pun menghentikan aksinya.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR PEWARIS SISTEM

PENDEKAR PEWARIS SISTEM

Bab 33: Duel di Ambang Kematian – Kenta vs. Raven Malam di Lembah Babi semakin larut, tetapi pertempuran belum usai. Di depan gerbang desa, dua sosok berdiri saling berhadapan. Kenta dan Raven. Sementara pertempuran terus berkecamuk di berbagai penjuru, di sinilah pertarungan sesungguhnya terjadi. Raven berdiri tegak, matanya yang merah bersinar dalam gelap. Di tangannya, pedang hitam panjang berdenyut dengan aura kematian, seolah-olah makhluk hidup yang haus darah. Di sisi lain, Kenta menggenggam pedangnya erat-erat, api biru samar masih berkobar di sekeliling tubuhnya. Keduanya tak bergerak. Hanya suara angin malam yang berdesir pelan di antara mereka.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Tawa pria yang tidak lain adalah Alpha Barion tua dan muda. Keduanya berdiri berdampingan dan saling tatap. Tentu mereka tertawa puas atas keberhasilan permainannya. Aku termangu, sejenak terdiam untuk memindai kedua sosok tersebut. Sekilas tampak sama, tetapi ada yang aneh dari tampilan mereka berdua. Otakku terus berpikir dan mencari ketidaksamaan keduanya. Dahiku berkerut dengan kepala meneleng untuk meyakinkan penglihatanku.
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status