Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
Ekspresinya rumit, ada keterkejutan, penyesalan, dan rasa bersalah yang dalam.
"Kamu masih hidup, syukurlah ...," gumamnya dengan suara parau, seakan-akan seluruh tenaganya hilang dalam sekejap.
Melihat itu, mata Cita memantulkan sorot licik. Dia sengaja memegangi perutnya dan mendekat ke Simon, suaranya lembut dan sedih, "Simon, dia yang mulai! Aku cuma mau tanya kenapa dia tega banget sama aku, tapi aku malah dipermalukan ...."