Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
I Stuck On You

I Stuck On You

Tidak mungkin ia jujur kepada Ethan kalau ia tidak ingin terlalu dekat dengannya karena Mita. Seulas senyum tersungging di bibir Ethan, mendengar ucapan Nadya terhadap filsuf Aristoteles. Nadya mengira Aristoteles seorang penulis seperti dirinya dan masih hidup hingga sekarang. Ia juga melihat keraguan dari Nadya sehingga ia angkat bicara lagi. “Setiap kali kita mengambil keputusan, hal yang diputuskan berdasarkan kekuatan yang baik atau buruk, yang dipatuhi, mana yang lebih dominan.”
1010.6K viewsOngoingAdded to Library 393 Times as ethics aristotle
Read
+Library
Tiba-Tiba Dipinang Pak CEO

Tiba-Tiba Dipinang Pak CEO

Socrates mendefinisikan mereka sebagai sesuatu hal yang tidak bisa memadai satu dengan yang lainnya. Meskipun Socrates tidak menawarkan definisinya sendiri dan mengaku tidak tahu apa-apa, tetapi ia menyarankan bahwa kebajikan adalah sejenis pengetahuan." " Aristoteles berpendapat bahwa kebahagiaan adalah praktik perenungan filosofis dalam diri seseorang yang telah memupuk semua kebajikan intelektual dan moral selama lebih dari seumur hidup. Dalam Etika Eudemia, kebahagiaan adalah latihan kebajikan moral khususnya di bidang politik, meskipun sekali lagi kebajikan intelektual dan moral lainnya diandaikan.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as ethics aristotle
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Mengenai kasih sayang tadi.” “Kurasa kami sudah memberi jawaban.” “Apa formalitas bisa jadi rujukan kasih sayang?” “Kau bisa menganggapnya etika.” “Etika hanya ciptaan manusia.” “Lalu arah seperti apa yang kau butuhkan?” “Kasih sayang.” “Lagi-lagi kau mengulanginya.” “Apa kalian pikir yang tadi itu jawaban?”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as ethics aristotle
Read
+Library

Frequently Asked Questions

Aristoteles melihat keadilan bukan sekadar aturan main, melainkan jiwa dari kehidupan bermasyarakat. Baginya, manusia adalah 'zoon politikon'—makhluk sosial yang hanya bisa mencapai kebahagiaan sejati dalam polis. Keadilan menjadi semacam lem yang menyatukan individu dengan komunitas, memastikan setiap orang mendapat bagian sesuai kontribusi dan kebutuhannya.

Yang menarik, dia membedakan keadilan distributif dan korektif. Distributif itu soal pembagian sumber daya berdasarkan merit, sementara korektif lebih ke reparasi ketidakseimbangan. Konsep ini masih relevan banget sekarang—contoh sederhana, sistem bonus di perusahaan atau kebijakan afirmasi pendidikan. Tanpa keadilan ala Aristoteles, masyarakat cuma jadi kumpulan individu yang saling sikut.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status