LOVE THAT COME ONCE
Akhirnya dia mengambil alat penyedot debu, menggunakannya untuk menyedot debu-debu yang ada di pinggiran jendela.
Aku mengecek ponselku beberapa kali, menunggu pesan dari email dengan nama Immriel. Pesan terakhirnya masih tak berubah, dua jam yang lalu. Dia tak mau meninggalkan nomor ponsel atau bahkan akun yang dapat kuhubungi, dia hanya meninggalkan sebuah foto kartu pelajar yang bagian nama dan tubuhnya ditutupi stiker. Sangat misterius, tapi itu cukup untuk menjamin bahwa dia tidak akan main-main denganku.
"Menurutku ini lebih baik ditaruh di sudut kanan saja," Usul Eka, dengan maksud meminta izin memindahkan sebuah vas kaca berisikan bunga mawar segar yang berada dimeja belajar.
Hot Chapters