REUNI
Rasa asam, manis, dan segar seketika memenuhi tenggorokan saat aku meminumnya dalam beberapa teguk.
"Enak?" tanya Tama melirikku sekilas lantas kembali melajukan mobil ketika kemacetan sedikit demi sedikit mulai terurai.
"Enak banget, seger."
"Boleh aku minta? Aku cuma bawa satu botol tadi."
Eh? Aku mengerjap, dan menatap botol berukuran 330 Mili itu dengan bingung.
"Tapi ini sudah aku minum. Masa kamu mau minum dari bekasku?"
Hot Chapters