PERMAISURI YIN
“Aku tidak peduli dengan semua itu, ayo kita kembali ke rumah, mungkin kau lelah dan butuh istirahat.”
“Aku tidak bisa ke mana-mana lagi, kakiku membeku.”
“Kalau begitu aku akan menggendongmu.”
“Jangan sentuh aku, tubuhku bisa hancur jadi debu.” A Yin menahan tangan Li Wei.
“Kasihaaan, sejoli yang selalu dipisahkan oleh takdir, ckckckck.” Tanpa disangka, Nona Fang muncul dari sisi lain. Ia bertepuk tangan melihat kisah cinta yang tak juga menyatu dari masa lalu.