Qolbu Quddus
Dia tersenyum tipis.
“Mereka sangat bahagia, sebegitu senang kah mereka dikasi bonus?. Sayang sekali aku tidak pernah sebegitu bahagianya, jika dikasi uang dan fasilitas mewah oleh mama dan papaku, karena yang aku butuhkan hanyalah kasih sayang mereka, bukan hartanya.” Sesampainya dirumah, dirinya disambut oleh senyum palsu istrinya yang pura-pura bahagia dengan pernikahan mereka, padahal dirinya juga membenci pernikahan ini. Safira segera menyalami tangan suaminya itu dan berjingkat mencium kening sang suami, walaupun terkadang sangat susah, karena Fikri tidak berkenan membungkukkan badannya, supaya lebih mudah diraih oleh Safira, juga mengecup kedua pipi sang suami. Fikri sangat geram jika
Bab Populer