Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Felix And The Star Gemstone

Felix And The Star Gemstone

Tanyanya sambil mengulurkan tangannya. Felix membalas uluran tangan itu dengan senyuman, "aku Felix." "Keberuntungan? Oh, pantas saja kamu tadi bisa selamat dari peri hitam," ucapnya membuat Felix bingung. "Maksudmu?" "Manusia yang datang ke negeri ini selalu berakhir ditangkap oleh peri hitam dan dibunuh," jelasnya. "Kenapa seperti itu? Memangnya salah mereka apa?" Tanyanya.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Satu Kampus Bersama Pacar

Satu Kampus Bersama Pacar

kata Cinta yang kesakitan akibat dipatok oleh ular. “Lu kenapa Cinta ? Waduh lu patokan ular jangan banyak gerak Cinta nanti yang ada malah ke mana-mana racun ulernya,” ucap Felix yang kenal dengan Cinta. “Coba lu isap tuh Fel racun di kakinya biar bisa ilang.” “Iya udah gua isap dulu yah, maaf yah Cinta kakinya gua isap.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Valkommen Felisya

Valkommen Felisya

suruhku. Tapi Thomas hanya menggeleng, tangannya masih erat memegang tanganku. "Aku lelah bersikap biasa, Feli. Aku cuma mau jujur, jag älskar dig. Aku mencintaimu, Felisya Hanson!" . . .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Saking bahagianya, ia sampai tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun karena tenggorokannya tercekat. “Selamat ya, Fel, kerja keras dan usahamu membuahkan hasil,” ucap Helena sambil mengusap punggung Felix yang memeluknya. “Sebentar lagi keinginanmu dipanggil Papa oleh anak kita akan terwujud,” imbuhnya. Sambil masih memeluk erat Helena, Felix hanya mengangguk sebagai tanggapannya. “Terima kasih, Tuhan, sudah memberi kepercayaan kepada kami menjadi calon orang tua,” ucap syukurnya dalam hati.
9.838.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Ternyata Sang Pewaris

Ternyata Sang Pewaris

"Ya, nama kecil mu adalah Felix Albert Glendale." Felix mengangguk mengerti, lalu ikut tertawa. Felix juga bahagia, berpuluh tahun lamanya Felix hidup dalam kesederhanaan, kini di depan matanya penuh dengan gelimang harta bahkan keluarga yang tidak pernah terlintas sedikitpun sebelumnya. Setelah ini tidak akan ada yang menghinanya lagi. Tidak akan ada yang mengatainya laki-laki miskin! Laki-laki sampah yang tidak berguna.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Ia tak bertanya alasannya, menyadari tebalnya lumut meski mengenakan alas kaki dengan sol tebal. Sangat licin dan berbahaya kalau tergelincir. Eleanor mendesis, "Calum, perasaanku tidak enak." Kepala lelaki itu sedikit menoleh ke belakang, tapi tak sepenuhnya menatap Elea, "Perasaanmu saja. Siapa saja bisa merasakan perasaan tidak enak dan tak nyaman jika melewati tempat seperti ini– pengap dan gelap seperti tak ada kehidupan. Aku akan berjalan lebih cepat jadi pegang tasku."
960 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
AFZAL

AFZAL

ucap afzal Yora menoleh ke afzal yang sedang menaik turunkan alisnya, "selamat ya"ucap yora dengan terpaksa "Itu doang"ucap afzal Yora benar-benar pasrah mau nya afzal itu apa sih, di bunuh enak kali ya biar gak bikin mood orang jelek. "Terus mau lo apa"ucap yora "temenin gue makan abis ini"ucap afzal
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Sayap Felysia

Sayap Felysia

"Apa kamu yakin dengan kepergian kamu, Felysia akan bahagia?" "Sekarang Felysia sudah menemukan kebahagiaannya sendiri. Kebahagiaannya itu bernama Brian. Saya yakin, dengan adanya Brian, Felysia akan tetap bahagia, walau tanpa kehadiran saya." "Kamu mengakui kekalahanmu?"
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Ikhlas

Ikhlas

jelasku "tapi kenapa?" "Saya hanya ingin berusaha memegang prinsip saya, bahwa jika saya membawa laki-laki kerumah itu hanya jika laki-laki itu ingin serius dengan saya. Jadi lebih baik bapak pulang karena saya rasa besok bapak juga harus kerja. Saya duluan dan terimakasih telah mengantarkan saya, Assalamu'alaikum" "Wa'alaikumsallam" ... Aku tidak tahu apa yang saat ini aku rasakan, hanya saja aku tidak ingin rasa ini terlalu berlarut-larut hingga menimbulkan sebuah harapan ingin memiliki
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai felix felicis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status