Air Mata di Hari Persandingan
"Aku hanya sedang menjalankan lakonku sebagai seorang hamba, Mas. Tidak ada maksud lain, untuk apa aku menggugat Tuhan, nyatanya walaupun tangisku berubah darah, ketetapan Allah itu mutlak.
Jadi pilihannya ya Ikhlas, saat kita ikhlas maka apa yang sebelumnya kita benci akan menjadi sumber kebahagiaan untuk kita, nggak usah capek-capeklah buang-buang energi dengan segala macam alibi kita, nyatanya kita hanyalah hamba yang jauh dari kata sempurna, jauh, Mas, mendekati saja tidak.
Lalu apa yang kita sombongkan, dan untuk perasaanmu terhadapku, aku percaya filosofi batu dan air." Aisyah menyudahi tatapan matanya kepada Bramantyo dan kembali fokus pada luka sang suami.
Bab Populer