Rindu Untuk Farhana
Ah, lagi, dada ini rasanya panas membayangkan suatu saat Hana dan anak-anakku akan berada dalam pelukan pria ini.
"Selamat siang, Pak Ibra. Perkenalkan saya Sandi."
Ia mengulurkan tangan yang langsung kusambut dengan cepat. "Saya Ibra, ayahnya Farel. Silahkan duduk, Mas Sandi."
Sandi tersenyum, ia pun kembali duduk bersebarangan denganku. Farel memilih duduk di dekat Sandi. Aku hanya bisa menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk kembali melonggarkan dada yang terasa sesak melihat anakku lebih memilih berada di dekat pria lain.
Hot Chapters