Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Di FEED ya, bukan di INSTASTORY yang akan hilang dalam dua puluh empat jam kemudian. "Takut ada yang nggak tau kalo kamu udah nggak available lagi!" Tukasnya yang membuatku lagi-lagi tersenyum. "Serius, Bang?" Entah kenapa setelah hubungan kami resmi, aku sendiri lebih terbuka dan merasa santai ketika berbicara kepadanya.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as forum 2d
Read
+Library
5D

5D

Dion terkejut. "Lu mikirin apa sih? Sekarang waktunya makan, Di." Dimas menyelidik. "Oh nggak kok," kata Dion. "Apa lu ada masalah di rumah?" tanya David. "Nggak ada apa-apa kok, gua lagi mikirin konten YT kita aja" jawab Dion lagi. "Udah kelar?" tanya David lagi. "Hampir. Entar gua kirim," jawab Dion.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as forum 2d
Read
+Library
Two Side

Two Side

“Rin doang? Buatku?” “Gak ada, lu dah gede. Sini, cepetan main catur kita.” Seraya menghela napas dalam, kamu memainkan catur bersama dengannya. Menggerakkan setiap bidak sesuai dengan posisi dan kegunaannya.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as forum 2d
Read
+Library
DIA

DIA

Mereka mengambil tempat di gazebo nomor 14 di tempat paling pojok berdekatan dengan pintu ke arah dapur. Setelah mereka memesan makanan mereka. Davka menatap kedua orang yang terlihat tegang, duduk di depannya itu. "Jadi keperluan apa yang begitu mendesak harus dibicarakan?" tukas Davka memulai percakapan.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 372 Times as forum 2d
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

ucap Rumi beralih ke Kendis. “Iya, bener kata Rumi. Dulu juga kami begitu. Kalo kata orang kota, namanya nerpes?” “Nervous kali, bukan nerpes!” gumam Ameera lirih. “Mbok ya, kalo ngomong ki seng bener tho, Ndis! Bukan nerpes! Tapi nervous!” tegas Rumi. “Yo iku maksudku loh, Rum! Jan ... lambeku ki angel nek kon ngomong bahasa Inggris!”
108.4K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as forum 2d
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Dendam Bab25 "Maaf," lirihku. Aisyah mendengkus. "Aku ingin bercerai, Mas!" ungkap Aisyah. "Aku tidak ingin diteror lagi, aku tidak mau, anakku dalam bahaya!" papar Aisyah. Aku menggeleng. "Tidak mau!" kataku dengan suara lemah. "Mas ...." suara Aisyah meninggi. "Wanita itu bisa membahayakan anak kita, juga aku."
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 791 Times as forum 2d
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

Revan menambahi bebetapa patah kalimat lagi. "Ini Abang berdua bicara apa sih dari tadi? Kok saya jadi bingung? Abang-abang berdua lanjutkan saja perdebatannya dulu kalau masih lama. Saya mau berkeliling dulu sekalian mencari Bik Popon di bagian bumbu-bumbu dapur. Mbak-mbak ini kalau mau main kuda-kudaan dengan Bang Revan, di mall ini sih sepertinya naik dua lantai lagi. Di Timezon* atau A****n* tadi ya? Pokoknya macam itu lah namanya. Saya permisi dulu semuanya." Embun dengan santai mulai menyusuri rak-rak pembalut yang lebih rendah letaknya. Membaca dengan teliti keterangannya. Revan dengan gerah menyingkirkan dua wanita mantan ONSnya dengan kesal.
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 779 Times as forum 2d
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status