Di Antara Dua Pilihan
Ia membolak-balikan tubuh, mencoba mencari posisi nyaman, tapi kenyamanan yang ia cari bukan fisik, melainkan ketenangan batin yang seolah enggan menghampiri.
Bayangan dua wajah silih berganti hadir di benaknya, dua lelaki yang sama-sama mengisi ruangan di hatinya, tetapi dengan cara yang berbeda.
“Langit suka saya, jadi pasti Langit tidak akan menyakiti, tapi ....”
Notifikasi handphone menyala hingga membuat Dhara penasaran. “Keenan!” serunya tanpa sadar, lalu membekap mulutnya sendiri. “Tumben?” Sebelah alisnya terangkat ambigu.