Kuberikan Suamiku Pada Sahabatnya
"Sutss, jangan ngaco. Ya sudah kembali bekerja."
Aku memintanya keluar dari ruanganku, aku masih mengamati goodie bag berisi hijab itu. Hijab yang bukan biasa, tapi merek terkenal dan harganya tak sedikit.
Mengingat siapa Fahri, dari ucapannya dia pernah hadir tapi singkat. Siapa sih?
"Argh…."
Aku mengusap wajah, Tuhan benarkah adanya jika ujian pernikahan di sepuluh tahun kedua itu adalah orang ketiga. Setelah Rianti datang lalu kini Fahri, kenapa harus kayak gini Ya Tuhan?