Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Berharap, bisa mengecoh perempuan berhijab itu. "Mana mungkin aku salah orang. Kamu memang Salma, kok." Wanita berhijab itu melipat kedua tangannya sambil memindai penampilan Salma yang terlihat berantakan. "Ya, ini memang aku. Puas kamu, Mbak?" Akhirnya, Salma mengaku juga. Ia memperlihatkan wajahnya yang dihiasi dengan tatapan yang begitu angkuh. "Penampilan kamu kenapa, Salma? Kok, berantakan gini? Tuh, kancing baju kamu bahkan belum ditutup semua."
8.570.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Di Bawah Ketetapan-Nya (Ketika Dia Bukanlah Takdirku)

Di Bawah Ketetapan-Nya (Ketika Dia Bukanlah Takdirku)

Ingin sekali ia menemui Hanna dan mengetahui keadaannya, namun di sisi lain ia juga masih merasa agak kecewa karena kejadian beberapa hari yang lalu. "Kak, lihat perempuan berhijab itu?" Nara menunjuk ke arah seorang wanita yang mengenakan busana muslimah yang tengah berterduduk di atas tempat tidur pasien. Terlihat wanita itu sedang terlibat percakapan dengan wanita lainnya yang mengenakan pakaian yang sama-sama menutup aurat. Yoongi menoleh ke arah adiknya lalu bertanya," kamu kenal?"
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

Alhasil Rena pun menjadi bahan bullyan para barisan sakit hati yang sebagian besar adalah para mantan-mantannya. "Lo mau bukti? Oke! Habsah, coba lo ceritain apa yang kita lihat semalam diruang kesehatan?" Habsah adalah gadis lugu berhijab yang kata-katanya valid dan pasti bisa dipercaya. Perpaduan baik dan sedikit bodoh membuat paketnya bisa meyakinkan seseorang yang sedang berada diambang keraguan.
1078.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Misteri Janin Di Rahim Istriku

Misteri Janin Di Rahim Istriku

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, menggerogoti ketenangannya. Sean masih terpaku pada foto dirinya, seolah terjebak dalam pusaran masa lalu yang tak teraih. Namun, sebuah gerakan kecil menarik perhatiannya. Di sudut meja kecil di sudut ruangan, terletak sebuah foto wanita berhijab. Foto itu tampak sederhana, hanya menampilkan wanita itu berdiri dengan senyum yang lembut. Namun, ada aura hangat yang terpancar dari foto itu, menarik Sean untuk mendekat.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

"Eh, kok melamun?" tanya Hafshah membuatku cepat mengusap mata. "Ehh, nggak kok." "Marisa ini pendiam, ya? Atau jangan-jangan kamu introvert lagi?" tanya Amelia. Teman-teman Jihan sangat banyak. Dan karena terlalu banyak, aku pun tak bisa mengingat nama-nama mereka satu-persatu. Semuanya terlihat sangat anggun dan cantik dengan balutan hijab dan juga baju panjang yang menjuntai menyentuh kaki. Ada beberapa orang juga yang memakai cadar seperti Jihan.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Ta'aruf Tanda Cinta (INDONESIA)

Ta'aruf Tanda Cinta (INDONESIA)

tanya Meta, sahabat Amel. Gadis yang dipanggil Amel itu segera menoleh ke sumber suara, untuk kemudian tersenyum. "Ngalamun terus! Kamu pengen nikah ya?" celoteh wanita itu lagi, salah satu sahabat Amel. Wanita ini mengenakan jilbab lebar dengan gamis hijau toska menutupi tubuhnya. Dan gadis yang dipanggil Amel tadi hanya tersenyum hambar, malas meladeni godaan yang sahabatnya lontarkan. Telinganya sudah kebal mendapat olok-olokan dari ibu satu anak ini.
9.910.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Wanita Penjaja Cinta

Wanita Penjaja Cinta

"Dari auranya kelihatan. Wanita itu perempuan nggak bener, meski ditutup hijab lebar." "Jangan gitu, Jeng. Siapa tahu dia itu wanita baik-baik, hanya nasibnya apes ketemu jodoh suami orang." "Wanita baik-baik, kok mau sama suami orang? Ya, nggak mungkin, lah! Pasti dia itu perempuan nggak bener, terus sama Abah dibimbing ke jalan yang benar. Eh, malah kecantol." Gerombolan ibu-ibu itu terkikik mendengar kelakaran temannya.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan

Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan

Selalu menasihati dikala khilaf, juga takkan membiarkan imannya futur terlalu lama, itulah sahabat dunia akhirat. "Aku baik kok, qodarullah ini udah takdir." Rara tersenyum tipis, menunjukkan seolah semuanya baik-baik saja. "Itu bibirmu kok lebam, Ra? abis ditonjok siapa?" tanya Khalila khawatir. "Wanita itu, dia kurang ajar." Keempat perempuan berhijab itu saling lirik dengan mulut menganga. "Ya ampun, sabar ya, Ra. Emang bener ya kata orang kalau perempuan itu tinggal di sini?" tanya Zulfa prihatin.
1042.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

ucapku melepaskan pelukannya. Aku memindai sosok di ambang pintu dari atas hingga bawah. Perempuan cantik berhijab tipis dan ujungnya diikat ke belakang tengkuk. Menampilkan lekuk dadanya yang tertutup kaos. Memakai celana yang menempel lekat di dua kaki jenjangnya. Tas selempang yang memperjelas belahan miliknya tak tertutup hijab. 'Astagfirullah! Inikah yang dikatakan golongan Al-mutabarrijat itu? Berpakaian tapi te lan jang?'
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
JILBABER JUGA MANUSIA

JILBABER JUGA MANUSIA

“Kita memang udah beda banget!” “Enggak, kok. Aku masih orang yang sama dengan kamu. Aku enggak akan berubah sekalipun memakai jilbab ini.” Atika, seorang gadis berusia tujuh belas tahun dan baru duduk di kelas dua SMA, menatap wajah Sandra sahabatnya dengan tatapan kesungguhan. Entah apa yang terjadi sebenarnya hingga tiba-tiba saja hari ini sahabatnya itu mendadak mendatanginya dengan mengatakan hal yang membingungkan seperti itu. Ditambah dengan suara tinggi dan emosi yang meluap-luap. Padahal hari masih pagi. Jam belajar pun belum dimulai. Bukan sebuah hal yang asyik untuk memulai hari dengan perdebatan semacam ini.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai gambar 6 orang sahabat perempuan berhijab
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status