Bangkitnya Dokter Agung
Lampu-lampu tinggi berkelip seperti bintang buatan, asap dari gedung-gedung industri naik seperti napas makhluk raksasa, dan angin malam membawa aroma metalik yang selalu mengingatkan orang bahwa kota ini tidak pernah benar-benar tidur.
Harris berdiri di depan gedung Konsorsium Medis Nusantara, bangunan raksasa dengan dinding kaca hitam yang memantulkan cahaya lampu jalan. Queen di sampingnya menarik napas panjang, menatap gedung itu dengan ekspresi yang jarang ia tunjukkan, gugup.
“Ini pertama kalinya aku masuk malam-malam begini,” gumam Queen. “Biasanya undangan resmi datang berminggu-minggu sebelumnya. Sekarang, mereka memanggilmu kurang dari dua puluh empat jam.”
Hot Chapters