Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

canda Sari sambil mengangkat sebuah stiletto merah menyala. Btari tertawa lepas, tawa pertama yang benar-benar tulus hari ini. "Ketinggian Sar, linu kakiku ntar yang ada." "Cih, umur berapa sih udah linu-linu?" timpal Sari. Namun, di tengah keseruan mereka memilih baju, sebuah pesan masuk di ponsel Btari. Layarnya menyala, menampilkan pesan dari nomor yang tak bernama namun ia hafal di luar kepala,
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Om Bara

Istri Kedua Om Bara

sahut Aurora, sementara Sabiru mengangguk dengan senyum lebar. Setelah mdengar jawaban mengemaskan dari adik-adiknya, dengan gerakan dramatis, Arka mengeluarkan dua kotak besar dari dalam tasnya. “Nah, Kakak punya hadiah untuk kalian nih." Aurora mendapat boneka Barbie cantik, sementara Sabiru menerima robot dengan remote kontrol. Mata kedua anak itu berbinar-binar melihat hadiah mereka. Mata kedua anak itu berbinar-binar melihat hadiah mereka. "Wah, cantik banget Barbienya!" seru Aurora girang.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

"Aku tahu pasti berat bagimu untuk berpisah dengan orang yang kamu sayangi. Kamu sudah kehilangan orang tua, kakak, adik dan teman-temanmu, dan sekarang kamu harus kehilanganku. Aku hanya ingin kamu hidup agar kamu bisa terbang bebas lagi bersama anakku kelak." Doraduo masih menangis tersedu-sedu. "Kamu mau kan? Kumohon." Doraduo pun perlahan menganggukan kedua kepalanya. "Baiklah, dengan ini, kamu akan menjadi Ribo anakku. Tolong jaga dia, didik dia dengan baik, dan sayangilah dia. Dia pasti akan menjalani kehidupan yang berat. Tapi aku yakin, suatu saat nanti, dia akan bisa tersenyum bersamamu dan teman-temannya." (Tunggu, kenapa malah jadi kayak Naruto?!)
915.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA RENTENIR MUDA

JERAT CINTA RENTENIR MUDA

“Itu, Teh Sora juga baru datang!” Dari kejauhan, terlihat sosok Sora melangkah ke arah mereka bersama seorang pria berperawakan tinggi besar, yang tak lain adalah Gunadi. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Namun, sesuatu segera menarik perhatian Uri. Tanpa sadar, ia langsung menyenggol lengan Ayu cukup keras sampai sahabatnya menoleh. Uri berusaha menjaga ekspresi, tapi matanya jelas membesar, melotot penuh rasa tak percaya.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Pendekar Dari Lembah Hitam

Pendekar Dari Lembah Hitam

Saga duduk santai menikmati pemandangan indah di depannya, walau lirih Saga masih mendengar suara Sar yang meminta tolong padanya. "Hanya ini saja kamu sudah tidak bisa menahannya," ucap Saga. "Aku bahkan belum memulai yang sebenarnya," sambung Saga. Buuuuuuuuug, buuuuuuuuuug. Saga memukul Sar berulang kali, Kaki Sar yang masih tertahan oleh elemen tanah Saga membuatnya tidak bisa terlempar. Pukulan Saga di badan Sar berbekas dengan jelas, bekas sisik Naga bahkan sampai menembus belakang badan Sar.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya Hidan dan Arata berkeliaran di Shibuya dan menebarkan ancaman, baru sekarang ada orang yang berani mengejek mereka dengan sebutan bocah padahal fisik dan penampilan mereka sangat garang sekali. Hanz melinting lengan kemejanya lalu menyenggol lengan Musashi dan bertanya, “Musashi, kau mengenal dua bocah ini?” “Ya, aku mereka adalah anak buah Orochi Taoka.” “Oh, masih anak buah ya? Aku pikir, mereka preman independen. Haha.” Hanz balik tertawa, memberikan ejekan balik kepada mereka, membuat Musashi harus tersenyum tipis.
9.938.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Aarav Lalu Bora mempersiapkan diri untuk memulai Mengambar, Bora terus melukis Tanaman Kaktus itu, namun saat ia melukis serasa Lukisan yang ia buat di atas buku gambar begitu aneh. “Ini seperti gambar anak brusia 5 tahun.” Ujar Bora yang melihat Gambarya sangat jelek sekali. Aarav yang ada di depannya hanya melirik apa yang Bora gambar, Bora yang mengetahui bahwa Aarav mengintip Gambar yang ia buat ia langsung menutup Gambar tersebut. “Kenapa kau mengintipnya.” Ujar Bora
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

Untung tubuh Ni Luh dapat ditangkap oleh Elfrada yang kebetulan akan memasuki lantai dansa untuk memberi info penting pada sahabatnya. "Terima kasih!" "Ah, iya tidak apa, Nona!" balas Elfrada dengan senyum masam dan selah tingkah. Sementara Bagaskara meraih tangan Sarita yang sengaja dilepas oleh Sagara. Senyum penuh kemenangan terukir pada bibir Bagas, dia segera memeluk tubuh mantannya, "Akhirnya aku bisa menyentuhmu lagi, Sari!"
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Shaburo pun tewas seketika dengan tulang leher berderak patah, dan tanpa bisa bersuara lagi. Ya, Shaburo, tangan kanan Hakeda yang merupakan keturunan ninja terakhir dari moyang Hanzo Hattori telah tewas..! "Ahhh..! Hebat Sanada..!" Hiroshi berseru memuji. "Bagus..!" Kimura menimpali. 'Bagaimana bisa Elang mengetahui, jika Sanada belum mengeluarkan ilmu terbaiknya..? Sepertinya ada sesuatu hubungan antara Elang dan ninja hebat itu', bathin Nanako heran.
9.963.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Tentu saja Wadungsarpa harus berani disebut pemberotak! Empat anak buah andal yang memiliki berbagai kemampuan, juga membuat Wadungsarpa merasa bakal mampu menggulingkan Sandimaya. Empat anak buah terdiri tiga pembantunya di kalurahan dan satunya bernama Sanggariwut. Tiga pembantu setianya tak lain adalah Taskara, Matag, dan Dargusung. Taskara adalah seorang laki-laki empat puluhan tahun. Wajahnya brewok, kulitnya hitam legam, berbadan kekar, dan memiliki senjata andalan berupa trisula pendek. Pakaian yang dikenakan berwarna paduan hitam dan ungu, sedangkan ikat kepalanya juga hitam.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai gambar boruto dan sarada
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status