Karma Perselingkuhan
"Ada apa, Mas? Tumben ke sini."
Mas Ahmad menatapku sendu. Sekilas kuperhatikan, badannya terlihat kurus. Lingkaran hitam di sekitar mata, menandakan pemiliknya kurang tidur. Wajahnya juga kuyu dan tak bersemangat.
"Iya, Fat. Maaf," lirihnya.
Aku tersenyum sinis. "Maaf untuk apa? Percuma minta maaf, tapi kamu selalu mengulang kesalahan yang sama. Ada apa?"