Jodoh Di Tangan Papa
Entahlah Arsha sendiri bingung, ekspresi wajah pria itu selalu tidak pernah ramah semenjak pertama Arsha melihatnya di rumah ini, tidak seperti saat sedang memacu diri di atasnya mencari kenikmatan beberapa bulan lalu.
Kama menghadapkan kembali pandangannya ke depan, berjalan terlebih dulu diikuti Arsha.
“Kamu enggak hamil, kan?” Sekalinya bertanya, pertanyaan itu yang terlontar dari mulut Kama membuat Arsha luar biasa kesal.
“Memangnya gue keliatan gendut?” sembur Arsha ketus.
Kama berdecak kesal. “Perempuan ini kenapa marah-marah terus sih?” Kama menggerutu di dalam hati, tidak menyadari bila ekspresinya sedari tadi begitu mengganggu Arsha.