SETELAH KEMATIAN ISTRIKU
Sedangkan Karina, membiarkan darah yang keluar dari pelipis dan dahinya.
Karina justru menyeringai. "Kenapa lo marah, Bang? Kalau bener, lo sanggup memuaskan istri lo! Kenapa sampai ada foto seperti ini, Bang? KENAPA?!" bentaknya, seraya melempar foto tak senonoh itu tepat di wajahku.
"Kalau elo sanggup memenuhi kebutuhan batinnya. Kalau elo mengaku sehat! Terus kenapa Kharisma sampai khianati, lo? Sadewa Arthayuda?!" teriak Karina seperti orang tidak waras.