Dalam 'Alice Through the Looking Glass' yang dipenuhi dengan imajinasi serta petualangan yang tak terduga, kita menemukan Alice yang kini telah tumbuh sedikit lebih dewasa. Cerita dimulai ketika Alice melihat cermin yang memantulkan dunia berbeda di dalamnya. Langsung tergerak oleh rasa penasaran, ia melangkah ke dalam cermin dan mendapati dirinya berada di dunia Mirrorland yang aneh. Di sana, konsep waktu dan ruang berubah, dan berbagai karakter unik ditemukan kembali, termasuk Mad Hatter dan Red Queen yang galak. Alice harus berjuang melawan waktu dan takdirnya sendiri untuk menyelamatkan teman-temannya yang terjebak di luar waktu. Seiring perjalanan, ia belajar lebih banyak tentang dirinya sendiri dan pentingnya nilai keberanian dan persahabatan. Petualangan ini adalah perpaduan antara humor, absurditas, dan drama, yang membuat kita merenungkan bagaimana kita mengatasi rasa takut dan harapan di perjalanan hidup.
Rasa nostalgia langsung menyergap aku begitu melihat film ini! Momen-momen ikonik di dalamnya memberikan kesan bahwa meski kita sudah lebih dewasa, dunia fantasi masih bisa menjadi tempat pelarian yang menakjubkan. Lalu ada pesan mendalam yang bisa diambil dari setiap pembelajaran Alice, yang benar-benar relate dengan pengalaman banyak orang dalam menghadapi tantangan hidup. Film ini, dengan segala keanehan dan keindahannya, mampu membuatku tersenyum setiap kali menyaksikannya.
Ketika aku melihat kembali, dunia Alice tak hanya saat itu pantas ditontoni sebagai hiburan, tapi jadi tempat pelarian yang membangkitkan imajinasi. Bagi kalian yang belum menonton, aku sangat merekomendasikan, terutama buat yang ingin merasakan pengalaman penuh warna dan renungan.