Buncitnya Jenazah Kakakku
Dia pikir aku cewek apaan?
"Yakiin?" Zhafran memastikan jawabanku. Sebelah alisnya, dinaikkan sambil menyeringai.
Aku menelan saliva dengan susah payah, melihat ekspresinya yang horor itu. Tubuh yang tadinya menggigil kedinginan, sekarang menggigil ketakutan juga.
"Eng-enggak!" Aku menggeleng.
"Ayolah, kebetulan gue lagi baik hati, nih!" Seringai Zhafran bertambah lebar, membuatku merinding ketakutan.