Pelakor Itu Pembantuku
“Enggak penting lagi memikirkan perasaanku. Karena perasaanku memang sudah enggak ada, Mala. Semua rasa itu sudah habis. Tida ada lagi yang tersisa meski sedikit saja. Rasa itu semuanya sudah kuberikan padamu. Jadi, enggak masalah lagi sekarang, aku enggak suka, aku enggak cinta, atau apa pun itu. Yang penting Papa dan Mama bahagia. Masalah perasaanku, enggak penting.”
“Diky! Kenapa di sini? Hey siapa gadis ini?”
Aku dan Mala tersentak. Mama sudah berdiri di depan pintu.
“Oh, iya, Ma. Ini Mala, Dia ….”
“Sore, Tante … saya Mala,” kata Mala mengulurkan tangan.
“Kenapa enggak masuk?” Mama menerima uluran tangan Mala dengan ramah.
Hot Chapters