Isela: Putri yang Terbuang
Setelah sekian lama berkutat dengan gugupnya, Isela kembali duduk bangku kayu, dibawah pepohonan yang melindungi.
Sekali lagi, Isela menarik napasnya dalam-dalam, memberanikan diri mengambil handpone dan melihat pesan penting yang harus dia buka.
Jari Isela menyapu pelan layar handpone, matanya terbuka lebar-lebar membaca setiap barisan tulisan yang menyatakan bahwa ternyata, Isela lulus Gordon University dengan beasiswa penuh.
Isela membekap bibirnya menahan teriakan, gadis itu langsung bangkit dan melompat-lompat kegirangan mengekspresikan ledakan kesenangan.