Pembalasan Sang Dokter Jenius
Sebuah gergaji besi.
Matanya yang kusam berkilat-kilat di bawah sinar matahari. Gagangnya terbuat dari plastik oranye yang sudah kotor, dan bilahnya yang tipis tampak berkarat dan penuh dengan gerigi-gerigi tajam yang mengerikan.
Ia berjalan kembali ke tengah lapangan, mengangkat gergaji besi itu agar semua orang bisa melihatnya.
“Kau lihat ini, bocah?” tanya Kang Kumis pada Joko, suaranya terdengar geli. “Ini alat potong besi. Tajam sekali, ini. Jauh lebih tajam dari kuku macan.”