Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha
Wajahku terasa panas membara, mataku mulai berkaca-kaca namun aku mengatupkan rahang kuat-kuat agar air mata itu tidak jatuh.
"Kau pasti menyusup masuk diam-diam, bukan?" lanjut Grace makin berani, suaranya makin lantang dan tajam. "Mungkin kau berpikir dengan datang ke sini, kau bisa berharap mendapatkan kemewahan atau perlindungan? Atau mungkin kau berniat mencari orang kaya dan berkuasa yang mau memungutmu, karena kau tak punya tempat tinggal, tak punya keluarga yang menginginkanmu, dan tak punya nilai apa pun di dunia ini? Aku sudah tahu sifatmu—selalu saja berusaha menumpang pada keberuntungan orang lain, padahal kau sendiri tidak membawa kebaikan apa pun!"
"Grace..." panggilku pelan, s