JEJAK SANG PEWARIS
Dia kemudian mulai meneruskan langkah kakinya yang tadi sempat tertunda.
Namun, gerakan kakinya kembali tertahan.
Kali ini, sebuah suara lembut yang menghentikan langkah kakinya.
Grace yang sejak awal pertemuan tidak pernah berbicara, tiba-tiba mendesis dengan suara dingin penuh ancaman, “Aku tidak tahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikiranmu. Akan tetapi, kamu harus tahu bahwa aku bukan gadis bodoh dan lemah yang dapat kamu remehkan begitu saja. Kalau kamu berani meninggalkan ruangan ini setelah pamanku dan ibumu sepakat untuk menjodohkan kita, maka sesungguhnya kamu sudah merendahkan aku secara pribadi. Aku tidak akan memberitahu kamu bagaimana nasib orang-orang yang berani menghinaku,
Hot Chapters