Anara
Manis dan hangat.
Anara melepaskan diri, lalu sedikit menjauh. Demikian juga hal nya dengan Bara. Cowok itu, langsung tersentak dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil mencuri pandang ke arah Anara.
“Maaf!” keduanya sama-sama mengucapkan kata yang sama, lalu mereka tertawa, menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba hadir.
“Kita berangkat?” tanya Bara, setelah rasa gugupnya hilang. Gadis itu mengangguk, lalu mengambil helm yang diserahkan cowok itu padanya.
Hot Chapters