Pelatih Renang Idaman Para Sosialita
Dengan handuk di leher dan ekspresi norak, dia bersiul dan melirik ke arah perempuan tadi yang baru menghilang di balik lorong.
"Gede amat tuh, ya?" sambungnya sambil mengarahkan dua tangannya seperti menggendong sesuatu di depan dada.
Dasar nggak ada sopan santun.
Aku mendesis pelan. "Gak tahu, kayaknya murid pelatih lain."
"Masa sih? Kalau iya, udah gua rebut kali, murid seksoy gitu."
Aku menghela napas. Dimas memang spesies manusia yang bikin heran. Kasar, sok ganteng, tapi entah kenapa muridnya banyak. Mungkin karena modal bacot dan percaya diri setinggi langit.
Bab Populer