ISTRIKU GILA?
Aku pun hanya membalasnya dengan senyum sekilas.
"Hm, yang nganter makanan dikasih senyum, tapi sama suami sendiri dikasih cemberut," celetuk Mas Zaidan setelah pramusaji itu pergi. Aku yang mendengar ucapannya sedikit mengulum senyum. Meskipun ingin marah lebih lama, tapi ke-absurd-an Mas Zaidan tidak bisa dielakkan. Dia terlalu pandai untuk meluluhkan hatiku.
"Nah, kalau senyum, kan, cantik. Lagian, kalau keseringan marah sama orang pas lagi hamil, anaknya mirip sama orang itu."
Bab Populer