Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

tanyanya. Alia tersenyum getir. “Maaf ... siapa?” Dokter Yura tersenyum simpul. “Aku dokter Yura, rekan kerja Dokter Misella. Senang bertemu denganmu,” jawabnya memperkenalkan diri. “Minumlah.” Menyodorkan minuman pada Alia. Alia menerima minuman itu. “Terima kasih.” “Sejak tadi aku melihat kamu gelisah dan panik. Apa ada sesuatu yang terjadi?”
9.4181.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Radang pencernaan. Baru saja aku mau membalas ucapan pria itu dokter dan timnya sudah ke ruanganku. "Selamat Siang, bagaimana keadaanmu?" tanya dokter dengan senyum ramahnya. "Sudah mendingan, Dok. Sebenarnya, Saya sakit apa, Dok?" tanyaku penasaran.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

[“Assalamu’alaikum, iya, halo. Kenapa, Jihan?” “....” [“Insyaallah bisa. Secepatnya saya akan datang ke rumah sakit. Dalam waktu setengah jam, saya usahakan sudah sampai di sana.”] “....” [“Iya, kamu percaya sama saya, kan, Jihan? Saya pasti akan menolongmu, apalagi ini tentang kewajiban kita sebagai seorang dokter.”] “....” [“Wa ‘alaikumus-salam ....”]
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Preman Kampung Biasa

Suamiku Bukan Preman Kampung Biasa

pesan dokter yang tidak main-main "Baiklah saya akan ingat selalu pesan Dokter, terima kasih," ucap Bara yang wajahnya langsung berubah jadi tegang. Pak Jamal langsung bertanya ketika Bara menghampirinya, "Nabilah sakit apa Bara?" "Kata dokter, Bilah...." Bara tidak bisa menjawab lagi, merasakan dadanya yang bergejolak hebat. BERSAMBUNG
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

] suara dokter Indra menyapa indera pendengaranku. “Hallo, Assalamualaikum, dokter. Saya Usman, beberapa minggu yang lalu adik saya dirawat oleh dokter. Ellena dan Galuh,” sahutku sopan, sekalian memperkenalkan diri padanya. [Waalaikumsalam, Oh iya Pak Usman. Ada apa? Ada yang bisa saya bantu?] katanya ramah.
1047.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Anda keluarga pasien bernama Zaara Nadira?” Seorang dokter bertanya pada Haikal yang menghampirinya. Haikal hanya bisa menghela nafas panjang berhadapan dengan dokter tersebut dikarenakan pertanyaannya tak dijawab. Dokter UGD tersebut malah bertanya balik. “Bagaimana kondisi Zaara?” tegas Haikal yang tak senang berbasa-basi.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Kuhiraukan dan memilih merenung. ~K~U🌸🌸🌸 “Selamat pagi, Bu Fatki. Alhamdulillah hari ini sudah boleh pulang,” sapa dokter cantik yang menanganiku. Diperiksanya seluruh badanku. Beliau celingukan. Pasti mencari keberadaan keluargaku. “Pagi Dokter. Alhamdulillah ... terima kasih.”
10146.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

"Departemen psikiatri? Kamu ... Amber Camille?" "Ya," jawab Amber yang sebenarnya tidak berharap untuk benar-benar dikenali. Kemudian Amber pun membalas tersenyum dengan hormat. "Selamat pagi, dokter." Tanpa disangka dokter itu akhirnya malah berkata, "Kamu adalah dokter yang seluruh slot janji temunya telah dipesan, bukan?"
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Ok, Aku Nyerah Bos!

Ok, Aku Nyerah Bos!

Anehnya, dokter bukannya menjawab pertanyaan kami, dia justru melihat ke arahku. “Sebelumnya saya minta maaf. Tapi, apa saya boleh bertanya sesuatu kepada Anda?” tanya dokter. Aku segera berdiri dan menatap dokter. “Saya, Dok?” Dokter bernama lengkap Falih Ambar tersenyum. Usianya mungkin sudah kepala 5. “Maaf, jika saya lancang. Apa Anda sedang hamil?” Keningku mengernyit, bahkan tangan Mas Tama yang sedang menggenggamku ikut mengerat. Aku menoleh padanya dengan wajah bingung, lalu melihat ke arah perut rataku.
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai hallo dokter
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status