Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan

Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan

Kalau nanti Karin pulang ke rumah sakit, yang pertama kali akan Karin lakukan adalah menjambak rambut Silvi. Atau menggunduli rambut Silvi sampai botak. “Kamu lebih cantik aslinya Beb,” ucap Dokter tampan seorang duda ini. “Hehehehe, makasih dokter.” Meskipun tidak menggunakan snellinya, Karin bisa melihat auranya memang seorang dokter spesialis. “Kita makan siang dulu?” “Oh oke oke.” Karin gagap dan langsung bingung harus bicara apa dan panggil apa. Ia saja tidak tahu namanya.
1079.6K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as hello doktor
Read
+Library
Rahasia Sang Dokter

Rahasia Sang Dokter

"Lakukan secepatnya, Dam. Kita sudah melakukan kesalahan karena tidak menghubunginya sejak tadi." Adam mengangguk, ia bahkan harus dibantu dua orang dokter senior itu untuk bangkit. Dokter Stefan bahkan harus memapah tubuh Adam yang lunglai macam tidak bertenaga. Adam membuka loker, meraih ponsel miliknya dengan tangan bergetar. Apa yang harus dia katakan kepadanya? Bagaimana Adam mengatakan itu semua? ***
10140.3K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as hello doktor
Read
+Library
Dokterku Pemburu Roh

Dokterku Pemburu Roh

Tapi mereka semua sedang sibuk dengan banyaknya pasien dari berbagai daerah yang berbondong-bondong datang kemari. “Ken, kau bawa perempuan cantik. Pacarmu, ya?” tanya salah satu ‘Dokter’ dengan wajah penasaran. “Gila!” Ken menabrak ‘Dokter’ itu hingga jatuh lalu masuk ke ruangannya yang berada di lantai 3 tepatnya ujung lorong yang sangat sunyi.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as hello doktor
Read
+Library
Hangatnya Dekapan Mas Dokter

Hangatnya Dekapan Mas Dokter

Di hadapannya kini berdiri seorang dokter muda dengan jubah putih bersih. Pria itu memiliki perawakan yang cukup tinggi dengan paras yang ramah, namun sorot matanya yang menatap Renata tampak sedikit redup dan penuh nostalgia. Di papan namanya tertulis jelas: dr. Arnold Wijaya. Renata mengerutkan keningnya sekilas, mencoba mengingat-ingat. "Dokter Arnold? Maaf, saya agak lupa karena jumlah mahasiswa di angkatan kita sangat banyak, dan kita pasti berbeda kelas serta gedung fakultas."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as hello doktor
Read
+Library
TOLONG, CINTAI AKU LAGI

TOLONG, CINTAI AKU LAGI

“I love you too, Mom.” “Apakah kamu mau bermain denganku?” dokter bertanya dengan mengubah suaranya. Di tangannya ada dinosaurus kecil dan dia menggerakkannya saat berbicara dengan Zion. “Maukah kamu berteman denganku?” Dokter pria itu bertanya lagi. Zion tertawa, seakan-akan suara dan ekspresi dokter telah mengambil semua ketakutannya. “Ini akan menjadi milikmu,” ucap dokter sambil menyerahkan mainan itu ke tangan Zion.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 373 Times as hello doktor
Read
+Library
Sekretarisku Jilbaber

Sekretarisku Jilbaber

Dokter paruh baya tersebut, menyapa Damar dan Annisa dengan ramah. “Halo, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?” ujar Dokter Richard dalam bahasa inggris. “Terima kasih Dokter.” Damar dan Annisa duduk di depan sang Dokter.
9.8166.6K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as hello doktor
Read
+Library
Rahasia di balik Pernikahan

Rahasia di balik Pernikahan

Ketika tangannya membuka pintu, tampak seorang dokter laki-laki yang Arza taksir usianya sekitar tiga puluhan tengah duduk di kursi. Mereka berdua beradu pandang sesaat. Dokter itu mengerutkan dahinya saat Arza masuk. Tentu saja. Dokter tersebut heran karena Arza masuk seorang diri. Arza menatap dokter tersebut seraya melangkah untuk menghampirinya. ‘Zaidan’ Nama tersebut terukir pada name tag dokter tersebut. “Selamat pagi!” “Istrinya mana, Pak?” tanya dokter tersebut seraya tersenyum.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as hello doktor
Read
+Library
Bukan Sopir Biasa

Bukan Sopir Biasa

Kini Haryo telah tiba di depan ruangan Dokter Wahyu, dan mengetuk pintu ruangan tersebut. “Masuk!” terdengar suara bariton dari dalam ruangan. Haryo pun lantas membuka pintu dan tersenyum kala tatapannya bertemu dengan tatapan dokter. “Selamat siang, Dok. Maaf mengganggu,” sapa Haryo. “Oh, sama sekali tidak mengganggu kok, Pak. Silakan duduk! Ada yang bisa dibantu?” sahut Dokter Wahyu dengan senyuman.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as hello doktor
Read
+Library
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

"Aku emang benci orang baru, Ma! Dokter itu asing, sentuhannya beda, dan aku mual lihat wajah sok ramahnya tadi. Kenapa sih Mama maksa banget ganti dokter segala?! Dokter Adrian kan udah tahu rekam medisku dari awal!" "Jangan pernah sebut nama laki-laki itu lagi di depan Mama! Adrian itu cuma dokter biasa. Tugasnya udah selesai begitu rahim kamu terisi. Fasilitas klinik dia itu rendahan, nggak sepadan sama status keluarga kita sekarang!" Setengah berlari keluar dari ruangan, Doni langsung menengahi perdebatan sengit itu.
1099.7K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as hello doktor
Read
+Library
Sentuh Aku, Om Dokter!

Sentuh Aku, Om Dokter!

Bisa gawat jika dia benar-benar berpaling. “Iya, saya Dokter Bagas.” Om Bagas mengangguk pelan. “Kamu memangnya siapa? Tapi kok wajahmu… ah maksudnya, wajah kalian mirip.” Tatapannya berpindah kembali ke arahku, seolah tengah menimbang-nimbang kemiripan di antara kami. Dadaku terasa makin sesak. “Nama saya Julia, Dokter.” Mbak Julia tersenyum manis, lalu perlahan mengulurkan tangannya. “Saya mau berobat, kebetulan saya juga sudah daftar.”
1066.4K viewsOngoingAdded to Library 2.5K Times as hello doktor
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status