Istri Nakal Mas Petani
“Mau pergi ke mana? Pakaian kamu begini. Pakai daster, sandal jepit. Kamu bisa digigit nyamuk. Ini sudah malam, Lis.”
Sully bergeming. Tetap meneruskan langkahnya dalam diam melintasi bagian depan rumah Bu Sabaria, ibu Pretty. Untungnya, dalam satu jalan itu, hanya ada tiga rumah. Rumah Pak Gagah terletak paling sudut dengan bagian belakang rumah berupa kebun luas miliknya. Di tengah ada rumah Subardi, dan yang paling dekat dengan simpang jalan adalah rumah Pretty. Semua rumah itu menghadap kebun milik orang yang dibingkai dengan tanaman pinang untuk memisahkannya dari jalan warga.