Mag-log inCerita ini adalah lanjutan dari Novel yang berjudul Gagal Menikah Karena Orang Ketiga. ~~ Di usia pernikahan yang ke tujuh, Yumna belum juga memiliki keturunan sehingga dijuluki sebagai Perempuan Tak Sempurna oleh beberapa tetangga. Terus merasa sakit hati dan tidak enak pada sang suami membuat Yumna mencari adik madu sendiri. Namun, apakah Yumna akan mampu membagi cinta? Benarkah jika hadir perempuan kedua dan melahirkan anak untuk suaminya menjadi jaminan kebahagiaan mereka akan sempurna atau justru rasa cemburu tak pernah alpa membelenggu jiwa? Yuk, ikuti terus kisahnya sampai tamat, ya! Baca juga cerita lainnya: 1. Maduku Sayang 2. Perempuan Masa Lalu 3. Gagal Menikah Karena Orang Ketiga (Seri 1) 4. Bekerja Sebagai Istri Simpanan 5. Menguak Kebohongan Suamiku 6. Pernikahan Yang Tidak Kuimpikan
view more프레지덴셜 스위트룸은 은은하게 번지는 빛에 잠겨 있었다. 마치 방의 모든 구석이 어떤 것도 또렷하게 드러내지 않도록 치밀하게 설계된 것처럼. 모든 것은 부드럽게 눌려 있었고, 고요했다. 숨 막히도록 절제된 사치. 두꺼운 커튼은 바깥세계를 완전히 차단한 채 드리워져 있었고, 도시 위에 떠 있는 이 고립된 공간 속에서 샹텔은 침대에 누워 있었다. 두 손목을 배 위에 포개고, 눈 위에는 검은 실크 안대를 한 채.
얼마나 기다렸는지도 이제는 알 수 없었다. 오 분이었을까. 아니면 삼십 분이었을까.
열두 번째 밤이었다.
그리고… 모든 것이 끝나기까지는 아직 여든여덟 밤이 남아 있었다.
그녀가 자유로워지기까지.문이 소리 없이 열렸다.
그가 들어오는 모습은 보이지 않았지만, 존재는 즉시 느껴졌다.건조하고 우디한 향. 절제되었지만 집요하게 남는 향기.
그의 냄새. 수천 명 사이에서도 단번에 알아볼 수 있을 냄새. 목 안쪽과 허리, 맥박 깊숙이 각인되는 그 향.그는 아무 말도 하지 않았다.
원래부터 말이 없었다.매트리스가 옆에서 가라앉았다. 공기의 결이 변했다. 마치 방 안의 모든 분자가 그 보이지 않는 남자의 침묵 어린 권위 앞에 고개를 숙이는 듯했다. 그의 체온이 천천히, 통제된 속도로 다가왔다. 그녀는 그 열기를 즉시 알아보았다. 두려워하면서도 동시에 기다리게 되는 그 온기.
그는 한 번도 준비되었는지 묻지 않았다.
그럴 필요가 없었다. 계약은 명확했다. 그녀는 그 조항 하나하나를 모두 알고 있었다.그의 손가락이 천천히 그녀의 허리를 스쳤다. 불안할 만큼 정확한 움직임. 닿는 자리마다 전율이 번져 나갔다. 통제할 수 없는 신경의 파동처럼 피부 아래로 퍼졌다. 그는 계산된 느림으로 골반의 곡선을 따라 내려갔다. 모든 선을 탐색하듯.
보이지는 않았지만, 모든 것이 느껴졌다.
맨살 허벅지에 스치는 바지 천의 미묘한 마찰. 그녀의 부드러운 곡선과 대비되는, 약간 거칠고 건조한 손끝의 질감.손바닥의 압력이 서서히 강해졌다. 아랫배로 내려오다, 가장 은밀한 지점 직전에서 멈췄다. 마치 그녀를 열병 같은 기다림 속에 가두려는 것처럼. 거의 고통에 가까운 긴장.
그녀는 그를 만질 수 없었다. 그것이 규칙이었다.
하지만 손가락은 저절로 경련하듯 수축했다. 시트를 움켜쥐었다. 그의 모든 움직임을 되돌려주고 싶었다. 숨을 붙잡고, 그를 자신 안에 깊이 고정시키고 싶었다.허락되지 않았다.
그의 몸이 더 가까워졌다. 가슴이 그녀의 가슴을 스치듯 지나가고, 입술이 천천히, 집요하게 아래로 내려왔다. 허벅지 안쪽에 닿는 순간, 그녀는 거칠고 숨 막힌 신음을 삼켰다. 억지로 꾸며낼 수 없는 소리였다. 골반이 저절로 들썩였다.
그는 멈췄다.
속도를 정하는 사람은 자신이라는 것을 깨닫게 하려는 듯.
그녀는 정복될 영역일 뿐이라는 듯.그는 그녀를 즐겁게 하려 하지 않았다.
해부하듯 탐색했다. 지배했다.그리고 오늘 밤… 그는 부드럽지도, 난폭하지도 않았다.
대신 정확했다. 잔혹할 만큼 느렸다. 야생 짐승처럼 집요한 인내로.그의 손가락이 벌어진 허벅지 사이로 스며들었다.
그녀의 골반이 저도 모르게 들렸다. 갈망하듯. 부르듯. 아직 닿지 않은 것을 요구하듯.
입술이 천천히, 죄를 짓는 것처럼 느린 속도로 위로 올라왔다. 그녀의 입술 바로 앞에서 멈췄다. 닿지 않은 채, 숨결만 가까이에서 얽히며.
그리고 마침내, 그는 그녀 안으로 들어왔다.
단번에가 아니었다. 비명도 없이. 사납도록 느린 속도로.“아… 아… 오, 세상에… 응…”
그녀는 등을 활처럼 휘었다. 입술이 벌어진 채, 숨이 부서졌다. 손가락이 시트를 파고들었다. 올라오는 불길을 막을 수 없었다. 목을 조이는 듯한, 뜨겁고 묵직한 파동. 모든 것을 비워내는 감각. 그를 제외한 모든 것.
그는 거의 움직이지 않았다.
느끼게 할 만큼만. 더 원하게 만들 만큼만.말을 하고 싶었지만, 단어는 목구멍에서 막혔다. 이곳에는 말이 설 자리가 없었다. 오직 숨결과 전율, 밀려오는 파동뿐.
계산된 움직임이 한계를 아슬아슬하게 넘나들었다.
“음… 아… 더… 멈추지 마…”
그녀는 중심을 잃었다.
이제 그녀는 오직 몸이었다. 열린 살결. 부서진 호흡. 억눌린 절정.눈을 가린 어둠 속에서, 축축하게 감도는 암흑 속에서, 그녀는 모든 것을 잊었다. 이름도. 과거도. 계약도. 숫자도.
남은 것은 그뿐이었다.
그, 정체 모를 남자.
결코 얼굴을 보지 못할 사람. 목소리조차 모르는 사람. 하지만 매번, 지워지지 않는 흔적을 더 깊이 새기는 사람.모든 것이 끝났을 때, 그녀는 그대로 누워 있었다.
헐떡이며. 벌거벗은 채. 떨리며. 완전히 소진된 상태로.아직도 경련의 여운이 남은 배.
그의 부재로 욱신거리는 감각. 열린 채로 놓인 두 다리.EXTRA PART!!!____Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam.Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya.Air berkata kepada yang kotor, "Kemarilah." Maka yang kotor akan berkata, "Aku sungguh malu." Air berkata, "Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?Singa terlihat paling tampan ketika sedang mencari mangsa. Jualah kepandaianmu dan belilah kebingunganmu. Jika Anda jengkel terhadap setiap gesekan, bagaimana cermin Anda akan dipoles.Anda dilahirkan memiliki sayap, mengapa lebih memilih hidup merangkak. Cinta dan kelembutan adalah sifat manusia, amarah dan gairah nafsu adalah sifat binatang. Kau harus hidup di dalam cinta, sebab manusia yang mati tidak dapat melak
Bu Wenda terus berjoget ria sambil berteriak kalau dia adalah fans Yumna. Tidak ada yang mau menghentikan Bu Wenda yang semakin kehilangan kendali itu bahkan anaknya saja sudah menjauh ketika Nurul memberi isyarat."Kalian tahu? Aku sudah memfitnah Yumna mengatakan dia hamil, makanya Ilham memutus lamaran itu. Aku bilang dia mandul sampai stres dan keguguran. Kira-kira Yumna mau maafin aku nggak, ya? Ada yang tahu jawabannya?"Lagi, dia tertawa keras."Di sini ada yang bernama Yumna? Ah, aku rindu setengah mati kepada Yumna. Sebenarnya aku mengakui semua kesalahan itu dan mau meminta maaf, tetapi sudah keburu gengsi duluan. Andai tidak ada yang berdiri di sisi Yumna, aku pasti bisa meminta maaf sama dia. Aku malu karena ada Nurul, Amel dan suaminya.Kalian tahu kalau suami Yumna itu putra Kyai Sholeh? Makanya aku tidak suka kalau Yumna bahagia. Sekarang saja aku mau mencekik lehernya biar dia mati atau kita bawa bermain-main di taman. Aduh, Syahdu kasihan sekali karena dia harus menin
Hari selasa yang cerah ketika Gus Hanan baru pulang mengajar di masjid, Yumna langsung menariknya masuk kamar dengan wajah berseri-seri."Mas, hari ini ingat hari apa?""Hari selasa?"Yumna menggeleng. Gus Hanan mencoba menebak bahkan hampir sepuluh kali tebakan, tetapi belum juga berhasil. Dengan sedikit kesal, Yumna memberi tahu kalau hari ini Gus Hanan genap berusia 27 tahun."Ah iya, mas udah 27 tahun hari ini. Aduh, kok sampai lupa ya?""Daaaan ... aku punya hadiah ulang tahun buat Mas Hanan.""Hadiah? Qur'an? Kitab? Atau kecupan lagi kayak tahun kemarin?"Sekali lagi Yumna menggeleng. Gus Hanan menyerah tidak mampu menebak. Dia akhirnya memeluk sang istri, berusaha membujuk untuk langsung menunjukkan hadiah itu saja.Yumna mengurai pelukan suaminya, dia merogoh saku gamis dan menunjukkan sebuah benda berwarna putih dan biru. "Aku hamil, Mas. Selamat, kamu akan menjadi ayah!""Alhamdulillah, kamu serius, Dek?"Yumna mengangguk, sesuatu yang sejuk mengalir membasahi pipinya. "Dan
Mereka sudah tiba, tetapi Amel tidak bisa singgah karena Ozil sudah mencarinya sejak tadi. Begitu mobil hitam itu sudah melaju pergi, seseorang kemudian menghampiri mereka berempat."Aku turut bahagia karena melihat Nurul kembali. Ternyata dia yang menyebar berita itu, tetapi aku yang harus diusir." Bu Wenda datang bersama anak gadisnya.Nurul melihat ponsel gadis itu menyalah, dia pun tersenyum tipis dan memberitahu Yumna lewat isyarat sementara Mas Dika dan Gus Hanan diminta masuk saja karena bisa menangani mereka berdua.Begitu tinggal mereka berempat saja di pinggir jalan, Nurul langsung mendekat ke gadis itu agar suaranya lebih jelas dalam rekaman. "Ya, aku yang menyebarkan berita itu. Gimana rasanya harus disalahkan padahal bukan kita yang melakukannya?""Kurang ajar!""Tidak, aku tidak kurang ajar Bu Wenda. Semua orang sudah tahu kalau dalang di balik semua masalah yang ada adalah Bu Wenda sendiri karena sangat iri pada Yumna. Kesalahan Bu Wenda kan bukan hanya gosip, tetapi su
Mereka kembali melanjutkan perbincangan yang tertunda. Aku tidak bisa mendengar betul kecuali seorang lelaki tua bertanya dengan nada pelan, tetapi penuh penekanan, "apa Gus Hanan bisa berlaku adil pada Syahdu?" Sekilas matanya melirik pada tangan kami yang saling menggenggam dengan erat. "Atau han
[Kalau hal ini melukai hati Mbak Yumna, maka tolong jangan biarkan Gus Hanan menikah lagi. Aku tidak bisa menjadi orang ketiga yang akan berbahagia di hari pernikahan sementara Mbak menahan luka. Tolong dipikir ulang sebelum semuanya menyesal.]"Mas, Syahdu." Aku menyodorkan ponsel pada Mas Hanan.
Alhamdulillah," ucapku diselingi tawa yang terdengar sumbang. "Apa kamu sungguh-sungguh, Nak Gus?" tanya ibu dengan raut wajah khawatir. Matanya bahkan sekilas melirik padaku sebagai tanda tidak percaya. "Jika ini yang diinginkan Yumna, aku bisa apa, Bu? Sudah sering kuingatkan untuk bersabar, mem
Suara pintu utama terdengar, pasti Mas Hanan sudah pulang dari masjid. Aku langsung ke luar dan menghambur dalam pelukannya."Senang amat, ada apa, ya?" tanya Mas Hanan dengan nada menggoda."Syahdu bersedia, Mas!" pekikku bahagia.Tiba-tiba saja senyum di wajah Mas Hanan sirna. Rembulan di wajahny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore