Benih Terlarang Bos Brondongku
Mobil terus melaju, membawa Devan semakin jauh ke sebuah hotel di pinggiran Denpasar, bukan hotel berbintang, bukan pula resort mewah.
Bangunannya sederhana, bersih, dengan taman kecil di halaman dan kolam renang yang tenang tanpa hiruk-pikuk tamu. Tempat yang cukup sepi, dan tenang.
Begitu masuk ke kamar, Devan meletakkan kopernya di sudut, lalu berdiri sejenak di dekat jendela. Dari sana terlihat pepohonan dan jalan kecil yang tak terlalu ramai. Angin sore berembus pelan, membawa aroma khas Denpasar yang hangat dan menenangkan. Inilah yang dia cari ketenangan.
Sikat na Kabanata