Satria Idaman Wanita
Matanya menatap lurus ke luar jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan hiruk pikuk kota Jakarta dari ketinggian.
"Biarkan saja dia merencanakan apa pun, Satria. Aku ini Vera Hadiwinata. Aku tidak membangun perusahaan ini dengan cara bersembunyi dari tantangan," ucap Vera dengan nada suara yang kembali tegas dan penuh percaya diri.
Vera lalu menoleh menatap Satria, dan senyum manis kembali terukir di bibirnya.
"Lagipula, sekarang aku tidak sendirian menghadapi mereka. Ada kamu yang bakal meratakan hidung siapa saja yang berani macam-macam denganku, kan?"