Dunia yang Sempurna
Dan mungkin, kota ini menyimpan lebih banyak kejutan daripada yang ia duga.
Malam itu, setelah seharian berkeliling mencari pekerjaan, Rangga duduk termenung di depan kos Beno. Jalanan sudah mulai sepi, hanya suara kendaraan yang sesekali melintas. Ia menatap langit kota yang berbeda jauh dari langit di desanya. Di sini, bintang-bintang sulit terlihat, tertutup cahaya lampu yang tak pernah padam.
Beno keluar membawa dua gelas kopi instan. "Lo kelihatan capek banget, Ga," katanya sambil menyerahkan satu gelas ke Rangga.
Hot Chapters