WARISAN DARI BAPAK
Cuma bedanya, sekarang ia ikhlas dan senang menjalaninya.
"Memang sudah tanggalnya, Nduk?" tanya Bapak padaku, karena memang sudah waktunya.
"Harusnya sih besok, Pak. Cuma kalo mau sekarang sih ga papa. Mumpung Mas Helmi ngajakin. Lagian besok Fira ga bisa nganterin, Ataya kan lagi sakit," ucapku.
"Ya sudah, Hel, nanti sore aja."
Tak lama kemudian, Ibu datang membawa pisang goreng buatannya. Ibu dan Bapak sudah rujuk kembali dan hidup bersama denganku.