JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!
aisakurachanistri menangis karena mertuaistri pergi dari rumah karena bertengkarmertua yang iri terhadap menantuistri kecewa dengan sikap suami
“Ada. Aku punya. Keinginan kuat. Sampai menjadi obsesi, karena aku sangat menginginkannya semenjak kecil.”
Hide terdengar semakin getir, sementara matanya yang tadi masih sedikit fokus pada kolam yang ada di depannya, kini memandang sesuatu yang tidak nampak. Melamun.
“Cita-cita seperti apa?” tanya Ayu.
“Cita-cita kejam yang sudah aku lupakan, dan tidak lagi terasa penting,” kata Hide sambil mengusap wajah.
“Kau terobsesi pada cita-cita itu tapi kemudian merasa tidak penting lagi?” Ayu mengernyit. Lebih tertarik pada sisi yang itu daripada kata ‘kejam’ yang seharusnya mencolok.