Luka yang Disembunyikan Istriku
"Yaudah. Abang matiin teleponnya. Gak usah lama-lama, nanti Abang yang bilang ke Mama. Iya, dah sayang."
Setelah pria itu menyimpan ponselnya, dia kemudian menatapku serius, memperbaiki posisi duduk.
"Kita berapa kali bertemu belum kenalan. Saya Ariel."
Aku tersenyum kaku, membalas uluran tangannya. Kalau dilihat-lihat, dia tidak membenciku.
"Saya Reyhan."
"Kenapa kejadian tadi bisa terjadi? Kamu gak nyetir mobil dengan benar atau menyalahi aturan lalu lintas?"