Anomali Dunia Darma
Yang terang hanya rembulan dan langit malam, di dalam hutan kami buta total.
Kami harus segera bergegas menuju titik kumpul dan pergi dari hutan ini. Aku menautkan tanganku ke tangan Yuuta, kencang, erat, tak bercelah. Dia berlari memimpin di depanku, menerjang sesuatu yang matanya tidak bisa tangkap. Aku mengikutinya tanpa ragu. Dari kejauhan kami melihat sumber cahaya dari senter Kemala. Kami semakin dekat pada tujuan, pada pintu gerbang yang didamba. Langkah dipercepat, deruan nafas tak terelakkan, semuanya berkumpul sesuai dengan rencana.
Tiba-tiba dari kegelapan hutan terdengar seseorang melantunkan lagu yang tidak asing. “Bayu..bayuski bayu.. don’t lie by the corner… or a grey wolf wil
Bab Populer