Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Muda untuk Putri yang Tertindas

Tuan Muda untuk Putri yang Tertindas

Tak heran jika pesona Vella mampu mengalahkan pesona putri Hilda yang tidak lain adalah putri kedua dari putri Siera. Putri Hilda yang saat ini mengenakan gaun kuning keemasan, mencodongkan tubuhnya ke samping dan berbisik pada pelayan pribadinya. "Siapa gadis yang mengenakan gaun warna biru itu?" "Saya dengar dia adalah musisi dari negara I yang diundang oleh agensi untuk memeriahkan acara ini." Putri Hilda tak lagi bertanya, tapi tatapannya terus terarah pada Vella.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Hilda menarik pakaianku sambil menggodaku. Wanita ini hampir berusia 50 tahun. Dia bahkan pantas menjadi ibuku. Namun, dia bahkan menggodaku dengan cara yang sangat genit. Tindakannya benar-benar membuatku muak. Kebanyakan wanita di sekitarku adalah wanita cantik seperti Bella, Helena dan Yuna. Setelah terbiasa melihat wanita cantik, aku tidak berminat pada wanita tua seperti Hilda.
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42.5K kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Mengintip Kamar Pengantin

Mengintip Kamar Pengantin

Dia Hilda, Mama Aditya. "Iya, Ma. Dia Delindra, istri Adit." Delindra melirik ke Aditya, saat mendengar ucapan Aditya yang mengakui dirinya sebagai istrinya dengan antusias. "Ya, Tuhan…dia cantik sekali, Adit. Mama sampai ngiri, lho." Hilda mengusap lembut pipi Delindra.. "Iya, istri Mas Adit sangat cantik, padahal dari Desa lho, tapi ngalahin para wanita yang tinggal di kota." Maya, sepupu Adit menyahuti.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

jawab Badai. Beberapa langkah di belakang keluarga itu, seorang gadis muda berdiri dengan gaya elegan dan tenang — Valeri. Rambutnya terurai indah, senyumnya lembut tapi matanya tajam, memancarkan karisma seorang putri dari keluarga ternama. Hilda segera menarik tangan kakaknya dan memperkenalkan mereka. Bang... kenalin ini sahabat aku — Valerie Marcel. Ingat nggak? Dia anaknya Ibu Mellisa Christina.”
10905 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

godanya. Si wanita menunduk malu-malu, sambil sesekali melirik ke arah Manggala dan juga Aira. "Namanya Hilda. Kami akan menikah tiga bulan lagi," ujar Gading, memperkenalkan wanitanya pada Manggala dan Aira.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Dipuja Dua Penguasa

Dipuja Dua Penguasa

Merasa lucu dengan pertanyaan Hilda yang menurutnya sangat bodoh. “Bagaimana aku bisa tahu? Yah, karena aku juga punya satu. Dan… aktris populer, Olivia Hudson juga memiliki stileto eksklusif ini. Tuan Besar Knight yang membeli khusus untuknya,” jelasnya tanpa berselindung. Hilda mengepalkan tangan saat mendengar nama Olivia disebut. ‘Sekarang aku mengerti mengapa pria tua itu memarahi Adam karena membelikan aku stileto ini. Dia tidak suka aku memiliki apa pun yang Olivia mau,’ batinnya menggeram.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Turbulensi Cinta

Turbulensi Cinta

Emily membawa Hilda menuju ke ruang tengah yang berisi meja jamuan makanan. Hilda mulai mengambil makanan dan meletakkannya diatas piring. “Hallo Hilda?” sapa Gazela saat berdiri didepannya. “Apakah kamu Gazela? Kenapa kamu masih terlihat muda?” “Benar apa yang aku katakan Gazela! Kamu memang terlihat masih muda. Hilda saja mengakuinya.” sahut sahut Nyonya Alexander.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Seolah dunia di sekitarnya hanya proyeksi. Lalu, dari balik kabut, muncul satu sosok. Bukan Sinta. Hilda. Tapi kali ini wajahnya tidak terbakar. Rambutnya panjang terurai. Matanya hitam, damai. Ia mengenakan gaun putih, bersih seperti cahaya. “Hilda?” Hilda tersenyum kecil. > “Kamu berhasil membakar segel itu, Fara. Tapi api itu tidak membunuhmu. Ia membawamu ke celah… di antara dunia. Tempat mereka yang nyaris mati… dan belum hidup.”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Amanda

Amanda

Gadis berusia dua puluh lima tahun itu memang sangat menikmati pekerjaannya selama tiga tahun terakhir sebagai guru taman kanak-kanak swasta di kota Surabaya. Latar-belakang pendidikannya di bidang pendidikan bahasa Inggris sangat menunjang kemampuannya untuk berkomunikasi dengan bahasa asing tersebut di sekolah. Ditambah dengan kreativitasnya membuat kerajinan-kerajinan tangan dan kecintaannya pada anak-anak membuatnya menjadi salah satu guru favorit di sekolah tersebut. Saat pulang sekolah, gadis itu didekati oleh seorang perempuan setengah baya berambut cepak dan bertubuh agak gemuk. Dia adalah Oma Merry, nenek salah seorang murid TK B yang bernama Celine.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai hilda gadea
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status