Gairah Terlarang Di Bus Wisata
Namun, tubuhku yang telah digoda olehnya, terasa begitu panas dan mendambakan sesuatu yang lebih.
Aku menggenggam ‘senjata’ yang membara itu. Telapak tanganku terasa seperti melepuh karena panasnya. Ukuran dan suhunya yang luar biasa membuatku merasa takut, sekaligus mengharapkannya.
“Pak Chandra… kumohon, lepaskan aku….” ucapku dengan nada menahan tangis, berusaha melakukan perlawanan terakhir.
“Melepaskanmu?” Dia menunduk, bibirnya yang panas menempel di telingaku dan membisikkan kata-kata yang kejam, “Sudah terlambat.”