Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya
Tak lupa, ia menarik pertahanan terakhir istrinya dengan kecepatan yang hanya dimiliki oleh pria yang sangat berpengalaman.
Brian segera membenamkan wajahnya di sana, memulai penjelajahan yang lembut namun intens. Amaya tersentak, tangannya meremas sprei dengan kuat, kepalanya terdongak ke belakang. Ia hanya mampu mendesis, suaranya tertahan di kerongkongan, tak mampu lagi mengeluarkan makian atau kata-kata penolakan. Di kamar panti yang sederhana itu, Brian Aksara menunjukkan cara paling primitif sekaligus intim untuk membungkam kemarahan istrinya, mengubah amarah menjadi gelombang gairah yang tak terbendung, membuat Amaya menyadari bahwa meski ia melarikan diri sejauh apapun, Brian akan se